Jawa Tengah – Jalan Lingkar Sumbing, jalan baru yang berada di lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, mendadak viral di media sosial.
Jalan ini ramai diperbincangkan karena menyuguhkan panorama alam pegunungan yang memukau dan kini menjadi magnet wisata baru bagi warga lokal maupun wisatawan luar daerah.
Jalan Lingkar Sumbing berada di ruas Butuh–Bowongso, Kecamatan Kalikajar.
Kehadiran jalan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur penghubung antarwilayah, tetapi juga menawarkan pengalaman berkendara dengan latar pemandangan Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro yang terbentang jelas.
Viralnya jalan ini bermula dari unggahan video dan foto pengguna media sosial yang memperlihatkan kondisi jalan beraspal mulus dengan lanskap perbukitan hijau, ladang pertanian, serta siluet gunung yang tampak megah.
Konten tersebut kemudian menarik perhatian warganet dan memicu kunjungan masyarakat ke lokasi.
Infrastruktur Baru di Lereng Gunung
Jalan Lingkar Sumbing merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur daerah yang bertujuan meningkatkan konektivitas kawasan lereng gunung.
Jalan ini memiliki lebar yang lebih representatif dibanding jalur lama dan dirancang untuk mempermudah mobilitas warga, khususnya petani dan pelaku usaha di wilayah Kalikajar dan sekitarnya.
Keberadaan jalan ini juga diharapkan menjadi jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di beberapa titik utama Wonosobo, sekaligus membuka akses ke kawasan yang sebelumnya relatif sulit dijangkau.
Berubah Jadi Destinasi Wisata
Meski awalnya dibangun untuk kepentingan transportasi, Jalan Lingkar Sumbing kini berkembang menjadi destinasi wisata spontan.
Banyak pengunjung datang sekadar untuk menikmati pemandangan, berfoto, hingga menikmati suasana alam pegunungan yang sejuk.
Waktu pagi dan sore hari menjadi favorit wisatawan karena menghadirkan panorama matahari terbit dan terbenam dengan latar Gunung Sumbing dan Sindoro.
Tak sedikit pengunjung menyebut lokasi ini sebagai tempat “healing” karena suasananya yang tenang dan alami.
Dampak Ekonomi Warga
Viralnya Jalan Lingkar Sumbing turut membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Sejumlah warga mulai memanfaatkan momen tersebut dengan membuka usaha kecil seperti warung kopi, jajanan lokal, dan tempat istirahat sederhana bagi pengunjung yang melintas.
Akses jalan yang semakin baik juga memudahkan distribusi hasil pertanian warga lereng Sumbing ke pusat-pusat ekonomi di Wonosobo.
Imbauan Keselamatan
Meski menawarkan pemandangan indah, pengunjung diimbau tetap berhati-hati saat melintas. Beberapa titik di jalur tersebut masih memiliki kontur jalan berkelok dan berada di kawasan rawan longsor, terutama saat musim hujan.
Pengendara disarankan menggunakan kendaraan dalam kondisi prima, mematuhi rambu peringatan, serta tidak berhenti sembarangan demi keselamatan bersama.
Potensi Wisata Baru Wonosobo
Kehadiran Jalan Lingkar Sumbing menambah daftar potensi wisata alam Wonosobo selain Dataran Tinggi Dieng.
Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan ini berpeluang dikembangkan sebagai jalur wisata alam terpadu yang mendukung pariwisata berkelanjutan dan ekonomi lokal.


