Tangerang Selatan – Pemerintah Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menargetkan pembangunan 200 lubang biopori sebagai upaya mengatasi permasalahan sampah organik dari sumbernya.
Lurah Buaran, Linda Hermawati, mengatakan pembuatan biopori diawali dari lingkungan kantor kelurahan sebelum diperluas ke permukiman warga.
“Hari ini kami membuat 20 lubang biopori di kantor kelurahan untuk mengatasi sampah organik yang dihasilkan di kantor. Selanjutnya, 180 lubang biopori akan dibuat di lingkungan masyarakat untuk menangani sampah rumah tangga,” ujar Linda, Selasa (20/1/2025).
Menurut Linda, program biopori tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dalam rangka penanganan sampah organik dari hulu.
Dalam pelaksanaannya, Kelurahan Buaran berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, baik dalam pembuatan lubang biopori maupun penyediaan fasilitas pendukungnya.
“Dengan adanya lubang biopori ini, sampah organik rumah tangga bisa dikelola langsung dan tidak lagi dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang,” tutur Linda.
Sementara itu, untuk pengelolaan sampah non-organik, pihak kelurahan akan mengoptimalkan peran 13 bank sampah yang tersebar di seluruh lingkungan RW di Kelurahan Buaran.
“Sampah organik dibuang ke biopori, sedangkan sampah non-organik akan dikelola melalui bank sampah,” jelasnya.
Linda berharap, program biopori yang dibarengi dengan optimalisasi bank sampah serta dukungan komposter dari Kecamatan Serpong dapat menjadi solusi konkret dalam pengurangan sampah.
“Ini sesuai harapan Wali Kota Tangsel agar volume sampah yang dibuang ke Cipeucang bisa terus berkurang,” pungkasnya.


