Tangerang Selatan – Kasus dugaan kekerasan seksual di SD Negeri Rawabuntu 01 mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik) Kota Tangerang Selatan memperkuat strategi pencegahan kekerasan di sekolah.
Salah satu langkah utama yang disiapkan adalah asesmen terhadap kepala sekolah dan tenaga pendidik dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP.
Sekretaris Dindik Tangsel, R. Billy Sukarsana, mengatakan asesmen tersebut mencakup pemetaan dan profiling kondisi psikologis serta kejiwaan tenaga pendidik. Kebijakan ini dinilai penting sebagai langkah preventif.
“Kami mau tidak mau harus melakukan asesmen. Ini bagian dari upaya pencegahan,” ujar Billy.
Namun, asesmen tidak akan dilakukan sekaligus. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran.
“Asesmen dibagi per tahapan, misalnya 50 orang, 50 orang, 50 orang. Ini juga terkait dengan anggaran,” jelasnya.
Selain asesmen, Dindik akan memperketat pengawasan rutin terhadap satuan pendidikan melalui pertemuan bulanan dengan kepala sekolah yang selama ini telah dilakukan.
“Pertemuan sudah berjalan, tapi ke depan harus lebih digregetkan,” kata Billy.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dindik Tangsel, Didin Sihabudin, menambahkan bahwa pencegahan juga menyasar aspek fisik dan tata kelola sekolah.
“Kami mendorong agar tidak ada ruang kelas yang tertutup permanen. Lorong dan kegiatan ekstrakurikuler harus terpantau,” ujarnya.
Dindik juga akan mengoptimalkan CCTV yang telah terpasang di sekolah dan mendorong penambahan kamera pengawas untuk meningkatkan transparansi dan keamanan.
Melalui asesmen SDM, penguatan pengawasan, dan perbaikan sarana, Dindik berharap kekerasan di sekolah dapat dicegah sejak dini dan sekolah kembali menjadi ruang aman bagi peserta didik.


