TANGERANG – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Outer Jakarta memastikan kesiapan penuh jaringan telekomunikasi untuk menghadapi lonjakan trafik selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Kesiapan ini dilakukan di tengah potensi cuaca ekstrem yang berisiko memicu bencana alam, khususnya di sejumlah wilayah rawan di Jawa Barat.
Kondisi geografis Jawa Barat yang rentan terhadap banjir dan longsor menjadi perhatian serius perusahaan. Pengalaman gangguan jaringan akibat bencana alam sebelumnya dijadikan pembelajaran penting untuk memperkuat langkah mitigasi dan menjaga keberlangsungan layanan komunikasi.
SPV Head of Region Outer Jakarta Indosat Ooredoo Hutchison, Eric Dana, mengatakan pihaknya telah menyiapkan strategi khusus guna memastikan jaringan tetap beroperasi dalam situasi darurat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin kolaborasi dengan masyarakat lokal di wilayah rawan bencana.
“Wilayah Jawa Barat cukup sensitif terhadap bencana, terutama saat periode Nataru. Dari kejadian longsor dan banjir di Sukabumi pada awal Desember lalu, kami belajar banyak. Saat itu akses fiber optic terputus dan terjadi pemadaman listrik,” ujar Eric saat ditemui di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Senin (22/12/2025).
Menurut Eric, dari kejadian tersebut Indosat berinisiatif bekerja sama dengan warga setempat untuk mendukung operasional jaringan, mulai dari penitipan bahan bakar solar hingga dukungan logistik lainnya, agar pemulihan layanan dapat dilakukan lebih cepat saat terjadi gangguan.
Selain menggandeng masyarakat, IOH juga memperkuat sistem cadangan daya di berbagai titik jaringan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi pemadaman listrik yang kerap terjadi akibat cuaca ekstrem selama musim hujan.
VP Head of Technology Jakarta Raya Indosat Ooredoo Hutchison, Andri Aryo Tejo, menegaskan bahwa kesiapan jaringan telah dipersiapkan sejak jauh hari, khususnya di wilayah Outer Jabodetabek yang kerap terdampak cuaca buruk.
“Kami sudah menyiapkan power back up system. Secara standar, baterai mampu bertahan sekitar empat jam dan selanjutnya otomatis beralih ke genset. Kami memiliki genset permanen maupun portabel,” jelas Andri.
Tak hanya itu, Indosat juga menambah jumlah personel lapangan guna mempercepat penanganan gangguan jaringan selama musim hujan. Penambahan tim dilakukan hingga sekitar 15 persen dan akan disiagakan hingga Februari 2026.
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison berharap masyarakat tetap dapat menikmati layanan komunikasi yang andal dan stabil selama libur Natal dan Tahun Baru, meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem dan potensi bencana alam.


