Sukabumi – Pelat besi kecil bertuliskan kode “S.A” yang masih menempel di sejumlah rumah tua di Kota Sukabumi kembali menarik perhatian publik.
Pelat berwarna biru-putih dengan tulisan diagonal itu bukan sekadar penanda rumah, melainkan jejak sistem administrasi kota yang diterapkan pada masa Hindia Belanda.
Salah satu warganet yang menaruh perhatian pada penanda tersebut menjelaskan bahwa kode S.A berkaitan erat dengan sistem penomoran resmi rumah di era kolonial.
“S.A pada nomor rumah jadul berarti Stads Administratie, penomoran resmi rumah era Hindia Belanda untuk wilayah kota. Plat besi biru miring itu dipakai untuk administrasi pajak, pos, dan kepolisian,” tulis akun cornelis.van.smaragd dalam kolom komentar diakun Instagram @sukabumimesinwaktu
Ia juga mengungkapkan bahwa tidak jarang satu rumah memiliki lebih dari satu nomor.
“Kalau satu rumah punya beberapa nomor, biasanya karena rumah lama dibagi atau penomoran baru tanpa mencabut yang lama. Khas kota kolonial seperti Sukabumi,” lanjutnya.
Keberadaan pelat S.A di Sukabumi terbilang cukup banyak dibandingkan kota lain di Jawa Barat. Hal ini dinilai tidak terlepas dari status Sukabumi pada masa kolonial sebagai kota resort bagi warga Eropa, pusat perkebunan, serta kawasan militer dengan administrasi yang tertata sejak awal.
“Kenapa Sukabumi banyak yang punya? Karena Sukabumi dulu kota resort Eropa, kota perkebunan dan militer. Punya administrasi kota yang rapi sejak awal,” tulisnya lagi.
Pendapat serupa disampaikan akun alf_pay, yang menyebut bahwa kode S.A juga kerap dikaitkan dengan sistem wilayah administratif dan utilitas kota pada masa itu.
“Kode S.A pada plat nomor rumah peninggalan era kolonial Belanda di Sukabumi umumnya merujuk pada Stadswaterleiding (saluran air kota) atau dalam beberapa konteks lokal berkaitan dengan Sukabumi Afdeeling,” tulisnya.
Menurutnya, bentuk fisik pelat menjadi petunjuk penting untuk memahami fungsinya.
“Melihat bentuk platnya yang khas, biasanya berbahan enamel dengan kombinasi warna biru-putih dan angka merah, kemungkinan besar ini adalah nomor pelanggan atau penanda instalasi air bersih yang dipasang oleh pemerintah kota pada masa itu,” imbuhnya.
Pelat S.A sendiri memiliki ciri khas berupa bahan besi enamel, dominasi warna biru dan putih, serta tulisan diagonal. Desainnya bahkan disebut menyerupai pelat kendaraan kolonial yang digunakan pada periode 1920–1940-an.
Kini, pelat-pelat tua tersebut memang tidak lagi memiliki fungsi administratif. Namun bagi warga dan pegiat sejarah lokal, keberadaannya menjadi artefak penting yang merekam bagaimana Sukabumi pernah dibangun sebagai kota modern dengan tata kelola yang rapi pada masanya.
Seiring waktu, penanda kecil di dinding rumah itu menjadi pengingat bahwa sejarah Sukabumi tidak hanya tersimpan di arsip, tetapi juga melekat di sudut-sudut bangunan yang masih berdiri hingga hari ini.


