Tangerang Selatan – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas intelektual dan advokasi kampus.
Hal itu ditunjukkan dengan keikutsertaan perwakilan mahasiswa dalam Workshop Penulisan Ilmiah Isu Gender dan Anak yang digelar Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA).
Salah satu delegasi yang diutus merupakan fungsionaris dari Departemen Pemberdayaan Perempuan DEMA UIN Jakarta. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 April 2026 di Adia Suites, kawasan kampus UIN Jakarta.
Workshop menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar untuk membekali peserta dengan pemahaman teoritis serta keterampilan teknis dalam penulisan ilmiah bertema gender dan anak.
Dibekali Perspektif Keadilan Perempuan
Pada hari pertama, materi disampaikan oleh Dr. Nur Rofiah yang membahas Perspektif Keadilan Hakiki Perempuan (KHP) dalam penulisan isu gender dan anak.
Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami pentingnya menggunakan perspektif yang mampu menjawab pengalaman biologis dan sosial perempuan, sehingga karya ilmiah yang dihasilkan tidak sekadar teoritis, tetapi juga mendorong keadilan substansial.
Belajar Teknik Menulis Artikel Ilmiah
Memasuki hari kedua, peserta mendapatkan pembekalan teknis terkait penulisan karya ilmiah. Materi disampaikan oleh Dr. Sa’diyah El-Adawiyah bersama Ahmad Hamdani.
Keduanya membahas strategi menyusun artikel ilmiah yang sistematis, peluang menembus jurnal bereputasi, hingga teknik mengolah data isu gender menjadi narasi yang kuat dan relevan.
DEMA UIN Jakarta Siap Implementasikan Ilmu
Wakil Presiden Mahasiswa DEMA UIN Jakarta, Devi Ayu Rahmawati, menyampaikan apresiasi atas undangan dari PSGA.
“Kami sangat mengapresiasi undangan dari PSGA ini. Workshop ini menjadi momentum bagi perwakilan kami untuk mempertajam pena dalam menyuarakan isu-isu kemanusiaan, khususnya gender dan anak,” ujarnya.
Sementara itu, delegasi peserta dari Departemen Pemberdayaan Perempuan, Dzakiyyah Nailal, menilai kegiatan tersebut membuka perspektif baru dalam memahami isu gender.
“Selama ini isu gender sering dipahami secara permukaan. Melalui perspektif KHP dan teknik kepenulisan ilmiah, kami belajar menuangkan kerentanan perempuan ke dalam tulisan yang lebih berbobot dan solutif. Kami siap mengimplementasikan ilmu ini dalam program pemberdayaan ke depan,” katanya.
Dorong Advokasi Kampus Berbasis Data
Melalui partisipasi ini, DEMA UIN Jakarta berharap hasil workshop dapat diterapkan dalam program kerja internal organisasi maupun advokasi isu perempuan dan anak di lingkungan kampus serta masyarakat luas.
Langkah tersebut dinilai penting agar gerakan mahasiswa tidak hanya hadir dalam aksi lapangan, tetapi juga diperkuat dengan riset, data, dan karya ilmiah yang berdampak.


