Kabupaten Lebak – Sebanyak 146 rumah warga di Kabupaten Lebak, Banten, dilaporkan mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem sepanjang Desember 2025.
Dalam peristiwa tersebut, satu warga dilaporkan meninggal dunia setelah rumahnya tertimpa longsoran tanah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Sukanta, mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga Februari 2026.
“Kita minta masyarakat agar tetap mewaspadai cuaca ekstrem hingga Februari 2026 berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Sukanta saat dihubungi di Lebak, dikutip dari Antara.
Sukanta menjelaskan, kerusakan ratusan rumah tersebut disebabkan oleh cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan petir.
Dampaknya meliputi bencana longsor, banjir, angin kencang, hingga pergerakan tanah di sejumlah wilayah.
BPBD Lebak mencatat, dari total 146 unit rumah yang terdampak, sebanyak 56 unit mengalami kerusakan berat, 58 unit rusak ringan, dan 32 unit rusak sedang.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah warga terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudara karena tempat tinggal mereka tidak lagi layak huni.
Dari ratusan rumah terdampak itu, satu korban jiwa dilaporkan berasal dari Desa Cipayung, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak. Korban meninggal dunia setelah rumahnya ambruk tertimpa reruntuhan tanah.
Korban diketahui tengah tertidur pulas saat kejadian yang berlangsung pada malam hari sekitar sepekan lalu.
Sebagai langkah penanganan, BPBD Lebak telah melaporkan kejadian bencana tersebut kepada pimpinan daerah serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Penyaluran logistik dilakukan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat korban bencana, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan.
“Kita mengutamakan kebutuhan pelayanan dasar kepada warga korban bencana alam agar mereka kehidupan terlayani dengan baik, sehingga dapat mengurangi risiko kebencanaan,” kata Sukanta.
BPBD Lebak kembali mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada petugas jika terjadi tanda-tanda bencana.


